Keprihatinan, Picu Ide Kapolsek Klapa Nunggal Lirik Gula daun Stevia

0
88

PRIHATIN terhadap banyaknya kerabat yang terkena penyakit diabetes padahal usianya masih muda, AKP M Fadli Amri bersama rekan-rekannya mengembangkan produk yang berasal dari ekstrak daun stevia. AKP Fadli sendiri adalah lulusan Akpol 2009A, Ananta Hira yang saat ini sedang menjabat Kapolsek Klapa Nunggal Bogor.

Kembali ke produk, produk itu yakni gula cair berbahan baku ekstrak daun stevia. Rasanya lebih manis hingga 300 kali lipat ketimbang gula pasir, 0 kalori, dan aman dikonsumsi penderita diabetes dengan nama “dripsweet”.

“Sebenarnya ini cara membuatnya visible. Tetapi harus didukung oleh teknologi ekstraksi daun stevia yang saat ini belum ada di Indonesia, sehingga harus impor dari luar negeri. Ekstrak daun stevia ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi, sekitar 300 kali lipat jika dibandingkan dengan gula tebu. Artinya, daun ini menawarkan rasa yang lebih manis ketimbang gula yang biasa kita konsumsi, tapi tetap sehat karena sangat rendah kalori” ungkap Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6).

Daun stevia (Stevia rebaaudiana) sebenarnya sudah ditemukan ratusan tahun silam di Amerika Selatan. Daun ini termasuk jenis rumpun bunga matahari dan memiliki kandungan steviosol yang menawarkan rasa manis hingga 300 kali lipat ketimbang gula pasir, namun sangat rendah kalori. Pembuatan produk yang dinamai Dripsweet itu, kini telah melalui proses pabrikasi yang sangat modern, serta sudah memiliki izin edar Badan POM dan sertifikasi Halal MUI.

Saat ini produk sudah diterima konsumen di sejumlah daerah seluruh Indonesia, walaupun masih dalam jumlah yang tidak terlalu besar.  “Rata-rata saat ini masih banyak yang menggunakan untuk konsumsi pribadi, industri makanan dan kue. Ada juga yang kami kemas dalam botol kecil ukuran 5 ml dan 30 ml. Untuk hasil produksinya sementara ini bisa sekitar 300 ribu botol per bulan,” terangnya.

Berkali-kali gagal

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia lain, hal inilah yang menjadi prinsip hidup saya. Saya berharap produk ini bisa memberikan alternatif baru dalam memberikan rasa manis di hidup,” ujar Fadli. 

“Saya juga berharap ada yang mau berinvestasi untuk membuat pabrik esktrak daun stevia, karena akan sangat membantu sekali, baik dari konsumen maupun petani, karena akan ada komoditas baru yang bisa di budidayakan” imbuhnya. Dengan masa panen sekitar 1,5 sampai 2 bulan, menanam stevia bisa menjadi alternatif tersendiri untuk dibudidayakan. Penanaman dan perawatannya sangat mudah. Setelah dipanen, tanaman ini bisa tumbuh kembali tanpa menanam bibit baru, hanya dengan sistem cangkok batang. Stevia juga cocok ditanam di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

Fadli mengungkapkan jika usaha untuk menemukan formula yang pas dan tidak pahit serta campuran yang tepat komposisi semua bahan alami ini tidak langsung berhasil. Ia mengalami kegagalan berkali-kali. Hingga di akhir 2019, tercipta produk yang bernama Dripsweet, terbuat dari ekstrak daun stevia dan  100% bahan alami lain.

“Karena dari bahan dasarnya sendiri sudah rendah kalori, bahkan dalam beberapa jurnal penelitian dalam dan luar negeri, produk ini mengandung nol koma sekian yang bisa disetarakan dengan nol (zero) kalori sehingga lebih sehat jika dikonsumsi oleh penderita diabetes. Produk ini juga menawarkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan penggunaan gula tebu ataupun produk sejenis lainnya,” terangnya. (fvd)

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/409664/keprihatinan-picu-ide-kapolsek-klapa-nunggal-lirik-gula-stevia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here