Mudik vs Covid-19

0
107

Mudik Lebaran identik dengan pergerakan jutaan manusia, khususnya dari perkotaan menuju perdesaan, serta berkumpul keluarga dalam rangka silaturahim. Di Indonesia sendiri ada dua musim mudik terbesar tiap tahunnya, yaitu saat jelang perayaan Natal atau Tahun Baru dan yang kedua saat jelang perayaan Idul Fitri atau arus mudik di bulan Puasa. Puncak arus mudik maupun arus balik biasanya terjadi pada sepekan sebelum dan setelah Lebaran.

Serentak dengan berjalannya bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, wabah virus corona atau yang sering di kenal dengan Covid-19 ini semakin meluas dan menyebar tiap harinya. Seperti yang kita ketahui penyebaran atau penularan Covid-19 di Indonesia tiap harinya meningkat. Pada tanggal 30 Maret 2020, data jumlah terpaparnya Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.414 jiwa yang positif, 75 jiwa yang sembuh dan 122 jiwa yang meninggal.

Sebagai masyarakat atau warga Indonesia, tentunya kita harus mendukung imbauan pemerintah atau protokol kesehatan untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan cara yang sudah diberitahukan berulang-ulang melalui media online ataupun televisi. Salah satu upaya untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 ialah dengan cara tidak melaksanakan mudik di tengah pandemi wabah virus Corona atau Covid-19. Upaya ini tentunya disesalkan banyak pemudik yang sudah jauh hari berharap bisa pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Namun di sisi lain, upaya ini sangatlah efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang semakin luas.

Sejak kemunculan Covid-19 di Indonesia, penyebarannya berlangsung secara masif dimana virus mematikan tersebut bisa menyerang siapa saja, di mana saja dan kapan saja melalui kontak fisik. Fakta membuktikan, kasus positif Covid-19 semakin harinya terus bertambah dan begitu pula dengan tingkat kematiannya. Oleh karena itu, jelang musim Lebaran nanti ketika status darurat wabah Covid-19 masih berjalan, diprediksikan kasus tersebut masih menjadi ancaman bila warga tetap besikukuh untuk mudik.

Imbauan tentang phisical distancing atau jaga jarak pun tentu tidak akan berlaku ketika musim mudik, dimana kebanyakan warga memanfaatkan transportasi umum untuk pulang ke kampung halaman. Pemudik akan kesulitan menjaga jarak fisik satu sama lain saat dalam kendaraan sehingga tidak bisa menekan penularan Covid-19 seperti imbauan pemerintah. Selain itu, potensi penyebarannya akan meningkat. Ketika para pemudik yang berasal dari daerah yang terpapar virus corona atau masuk dalam zona merah, mereka akan berpotensi menjadi sumber penularan atau pembawa virus sehingga penyebaran Covid-19 akan semakin meluas dan tentunya bisa mengancam keselamatan orang lain termasuk keluarga yang ada di kampung halaman.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW bersabda “Jika kalian mendengar ada wabah mematikan di suatu wilayah sedangkan kalian tidak berada wilayah tersebut, maka janganlah kalian memasukinya dan jika kalian berada di wilayah yang terkena wabah tersebut, maka janganlah kalian keluar lari dari padanya.”(HR Bukhari 3214 – Muslim 4111, 4109, 4108 – Tirmidzi 985 – Ahmad 22084, 20857, 20826, 20817, 20810, 20799, 20768, 20756).

Dalam hadits lain, Aisyah Radhiyallahu sempat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah penyakit Tha’un dan Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah seseorang yang berada diwilayah yang terjangkit wabah penyakit Tha’un, kemudian ia tetap tinggal di rumahnya, sabar dan mengharap pahala dari Allah, ia mengetahui bahwa ia tidak akan mengjangkitinya kecuali apa yang telah Allah tetapkan kepadanya, kecuali baginya seperti pahalanya orang yang mati syahid. Dan orang yang lari dari wabah tersebut seperti halnya orang yang lari dari peperangan yang berkecamuk.” (HR Ahmad 24943, 24987, 24986, 23965, 24056, 23222).

Oleh karena itu demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19, alangkah baiknya jika kita sebagai masyarakat Indonesia bisa mematuhi atau mendukung imbauan-imbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah ataupun protokol kesehatan guna agar menjaga kesehatan baik diri sendiri, keluarga, tetangga, ataupun orang terdekat kita dari penularan virus Covid-19 yang semakin meluas tiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here